Just an ordinary human blog
Gnome dan KDE bukan semata-mata merupakan Windows Manager. Terlebih dari itu GNome dan KDE merupakan dua Desktop Environment utama pada lingkungan sistem operasi Linux. Istilah Desktop Enviromnet sendiri mengandung makna sebagai sebuah lingkungan kerja saat kita berinteraksi dengan operating system komputer, yang berisi rangkaian program dan aplikasi yang bisa bekerja secara bersama-sama membentuk lingkungan kerja penuh fasilitas. Dalam sebuah Desktop Environment terdapat Windows Manager yang mengatur letak dan cara window-window ditampilkan dalam sebuah workspace.
Pada lingkungan Linux Gnome dan KDE merupakan Desktop Environment utama yang sering digunakan sebagai default Desktop pada distro-distro Linux. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Gnome dan KDE kaya akan fitur, kaya akan software / aplikasi terpadu yang masih bisa dipisah-pisahkan. Untuk mengatur window pada workspace, Gnome menggunakan metacity, sedangkan kwin digunakan oleh KDE. Namun bila kita menghendaki yang lain selain default window manager tersebut, dengan mudah kita bisa melakukannya. Baca Selengkapnya »
Tanggal 17 nopember 2008 kemarin secara resmi Intel Corp telah merilis processor terbaru mereka yang dibangun dengan teknologi 45nm. Processor baru ini diklaim menjadi processor tercepat di dunia saat ini yang mampu bekerja hingga kecepatan clock 3,25 GHz.
Intel Core i7 merupakan bagian dari platform Nehalem, yang oleh Intel dianggap sebagai perubahan terbesar abad ini dalam bidang arsitektur processor, yang didalamnya juga termasuk juga chipset x58.
Perubahan besar yang ada pada processor baru ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya terdapat pada letak memory controller. Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya seperti Pentium maupun Core2Duo, dimana memory controller terletak pada chipset terpisah yaitu Nothbridge, maka pada Intel i7 ini memory controller terletak pada pusat processor itu sendiri. Architechture seperti ini sebenarnya telah diterapkan terlebih dulu oleh AMD saat merilis processor Athlon. Jadi apakah Intel sekarang menjadi pengekor? Baca Selengkapnya »
Fokus persepakbolaan Italia pekan ini tertuju pada partai panas antara Inter Milan melawan Juventus. Kali ini Juventus akan bertandang ke kandang Inter di Stadion Sansiro Milan. Meskipun pertandingan yang lebih dikenal sebagai partai Derby d’Italia ini baru akan digelar pada hari Sabtu malam waktu setempat, namun perang urat syaraf antar kedua kubu sudah dimulai sejak memasuki pekan ini.
Performa Juventus belakangan ini yang menunjukkan grafik positif, menjadi modal berharga untuk melawat ke San Siro. Kemenangan beruntun dalam beberapa pertandingan terakhir tak pelak berhasil mengangkat moral para punggawa tim yang sebelumnya sempat anjlok akibat penampilan buruk pada awal musim. Terlebih prestasi ini diraih disaat kondisi tim sedang menurun akibat banyaknya pemain utama yang dibekap cidera. Namun dengan dikomandoi oleh sang kapten, Allessandro del Pierro, para pemain lapis kedua ini seakan justru ingin menunjukkan kekuatan Juventus yang sebenarnya.
Seakan menjawab keraguan berbagai pihak akan kemampuannya dalam meramu tim dan menerapkan strategi yang tepat saat menghadapi lawan, Maradona memberikan kemenangan pertama bagi Tim Argentina. Pada pertandingan persahabatan melawan Skotlandia di Stadion Hampden Park semalam, Maradona memberikan kepercayaan kepada beberapa pemain yang saat ini sering hanya mengikuti pertandingan dari pinggir lapangan alias cadangan abadi.
Deretan pemain seperti Emiliano Papa, Jonas Gutierrez dan Ezequiel Lavezzi membalas kepercayaan itu dengan tampil maksimal seakan ingin menunjukkan pada pelatih baru mereka bahwa merekalah sebenarnya yang lebih pantas untuk menjadi starting line up bagi tim Argentina.
Recent Comments