Sebagai orang Jawa tulen, jujur saat ini saya sudah hampir lupa tentang bagaimana cara menuliskan huruf Carakan atau HANACARAKA dengan aturan yang benar. Bahkan huruf-huruf dasarnya yang hanya terdiri dari 20 bentuk pun sudah lupa.

Waktu masih sekolah di bangku SD sampai SMP, menulis huruf Jawa menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal di daerah Propinsi Jawa Tengah. Akan tetapi seiring dengan perjalanan waktu sampai saat ini sudah habis memori yang dijejalkan selama 15 tahun itu. Yang tersisa hanya samar-samar belaka. Hal ini disebabkan karena minimnya pemakaian huruf Jawa dalam kehidupan aktual, sehingga akhirnya huruf Jawa hampir menjadi cerita legenda.

Sebagai orang Jawa sekali lagi saya tidak ingin kalau salah satu warisan budaya yang agung ini hilang ditelan masa. Perlu upaya pelestarian, bahkan kalau bisa perlu digalakkan lagi pemakaian huruf Jawa.

Salah satu upaya pelestarian yang dilakukan para pemerhati huruf Jawa ini adalah dengan dibuatnya software pengkonversi huruf latin ke Carakan / HANACARAKA yang dibuat oleh Bayu Kusuma Purwanto. Software tersebut bisa didownload dan disebarluaskan secara gratis dari Rapid Share melalui link download ini.

Upaya yang lainnya adalah dibuatnya True Type Fonts (TTF) yang bisa langsung digunakan pada software seperti Microsof Office, Open Office, Abiword ataupun yang lainnya. Sayangnya, untuk menggunakan true type fonts huruf Jawa ini kita harus mengerti dasar-dasar pemakaian dan penulisannya. File TTF huruf Jawa tersebut bisa didownload dari sini, dan tutorialnya juga disediakan di sini. Pembuat huruf Jawa TTF ini adalah Dhimas Yhoga Saputra seorang terpelajar bidang sastra Jawa.

Akhirnya, saya hanya bisa berharap semoga huruf Jawa tidak akan punah dan sebaliknya lestari sepanjang masa.