Just an ordinary human blog
Aku adalah seorang manusia biasa, yang terlahir dari rahim seorang ibu yang biasa juga.Akan tetapi alhandulillah karena aku lahir pada malam yang cukup luar biasa yaitu pada malam isra’mi’raj tanggal 27 Rojab. Oleh karena itulah mungkin Bapak lantas memberiku nama Rojab. Harapan orang tuaku tinggi, sehingga beliau tidak cukup memberikau nama satu kata itu saja, melainkan memadukannya dengan beberapa kata lain yang essensinya berupa do’a. Jadilah namaku Ahmad Muhammad Rojab. Mungkin orang tuaku beharap agar anaknya yang lahir pada bulan Rojab ini nantinya menjadi orang yang terpuji mengikuti jejak nabi dan rasulullah Muhammad.
Rasanya berat sekali menyandang nama seperti itu. Padahal aku adalah aku seorang manuasia biasa yang sering bertindak alpa, yang lahir di sebuah desa yang sepi.
Kurang lebih sembilan tahun yang lalu aku meminta ijin pada kedua orang tuaku untuk merantau ke Pulau Batam, sebuah pulau perbatasan Indonesia dan Singapore. Meski sudah sembilan tahun lamanya, namun aku masih ingat betul bagaimana beratnya beliau berdua melepas keperginku. Satu petuah yang disampaikannya untukku, jadilah manusia yang bersikap “andhap ashor, wani ngalah luhur wekasane”. Maksudnya, jadilah manusia biasa yang tetap memelihara rasa sopan santun dan “tepo slira”, beranilah mengalah meski tidak harus kalah. Mengalah dalam arti selalu mencari pemecahan masalah yang win-win solution bila sedang dihadapkan pada situasi tertentu. Karena dengan berani mengalah berarti kita sudah menang secara hakiki.
Dengan blog ini, aku mencoba untuk mengexplorasi diri yang biasa ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya baik bagi diriku sendiri maupun orang lain.
Aku dan sepak bola
September 11th, 2008 at 1:46 pm
[...] About 11Sep [...]
Aku dan sepak bola « Blog’e wong nDeso
September 11th, 2008 at 5:59 pm
[...] hanya untuk permainan saja. Entahlah, karena kali ini bukan masalah itu yang ingin aku bahas. Aku akan bercerita tentang masa kecilku yang begitu lekat dengan olah raga yang satu itu. Seperti [...]