Sudah lumrahnya jika dalam hidup ini kita menjalaniny penuh dengan lika-liku. Terkadang begitu terjal jalan yang harus didaki, dan kerikil tajam banyak merintangi jalan hidup kita. Terkadang pula kita jumpai jalan yang lurus dan begitu mulusnya, sehingga kalau tidak waspada justru akan membahayakan diri kita sendiri. Kesusahan dan kesuksesan memang selalu datang silih berganti.
Sekarang tinggal bagaimana kita mensikapinya. Pada saatnya datang kesusahan karena banyak rintangan sebenarnya ada sesuatu untuk kita kembali berpegang supaya tidak terjatuh. Ada sesuatu yang kita bisa jadikan panduan supaya banyaknya rintangan itu tidak menghambat perjalanan. Ada sesuatu yang bisa kita jadikan tempat meminta petunjuk dan pertolongan, supaya memudahkan kita melalui rintangan-rintangan tadi. Dialah Allah, Tuhan semesta alam. Hanya kepada-Nyalah kita patut memohon petunjuk dan perlindungan. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Faatihah ayat 5 :

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Ya, kepada Allahlah kita semestinya meminta pertolongan. Mohonlah petunjuk, pertolongan dan bimbingan dari-Nya. Karena pertolongan Allah itu adalah hal yang pasti. Tugas kita sebagai hamba adalah berusaha sekuat daya dan upaya kita dengan niat ikhlas. Kemuadian kita serahkan semuanya kembali kepada-Nya. Kita harus optimis, bahwa setiap rintangan, setiap hambatan, pasti ada solusinya. Allohlah yang akan membimbing kita menemukan solusi untuk setiap permasalahan yang kita hadapi. Jangan mudah menyerah, patah arang ataupun hilang kendalai. Karena pertolongan Allah akan membimbing kita melalui jalan yang terjal mendaki atupun penuh kerikil dan duri sehingga selamat sampai di tujuan.

Lantas bagaimana tatkala kehidupan kita sedang dalam track yang lurus, mulus tanpa rintangan yang berarti. Saran saya, tetaplah waspada dan jangan samapi lupa diri. Perbanyak beramal sedekah, karena diantara harta kita itu ada sebagian milik kaum miskin. Bahwasannya harta kita yang sebenarnya adlah yang kita belanjakan untuk Allah. Dan tak lupa pula perbanyak bersyukur, karena dengan bersyukur nikmat kita akan semakin ditambah. Dan sebaliknya, bila kita lalai sehingga kufur nikmat maka sesungguhnya adzab Allah sangatlah pedih.